Minggu, 06 Maret 2016

Minum kopi

Today, janjian sama temen kampus buat ngebahas satu project yang rencananya akan dikerjakan bersama. Tempat yg kita pilih adalah Pasar Festival, Kuningan-Jaksel. Berhubung berdua senang ngopi item, maka diputuskan nyari tempat buat ngopi yg enak sambil diskusi santai.

Setelah liat-liat, akhirnya pilihan tertuju ke SuperCup Cafe di deket Inul Vista, Hok-Ben dan Sevel. Kenapa pilih SuperCup, karena tempat ngopi yang serius di area itu cuma SuperCup (belum liat deretan cafe yg dibelakangnya sih) dan tempatnya open air jadi bisa nyantai :).


Penampakan malam hari (credit to blog.tukangmakan.com)
Setelah liat menunya, harganya ternyata cukup nyaman di kantong mulai dari Rp 20.000,- untuk espresso. Melihat mesin Nouvo Simoncellinya cukuplah buat bikin espresso yang mantab. Saya menanyakan apakah ada single originnya untuk kopi yang dijual, ternyata yang dijual hanya houseblend dari si cafenya saja. Karena agak diburu waktu karena teman mau jalan ke Bintaro untuk meeting selanjutnya, kami berdua langsung memesan americanonya untuk menemani obrolan santai sore ini. 

Pelayanannya cukup cepat juga, kopi datang berkisar +- 3 menit dari pemesanan kami.

Penampakan americanonya
Dari aromanya sih terbayang rasa kopi yang kuat dan matang. Cicipan pertama menggunakan sendok kecil, langsung tercecap rasa acid yang kuat khas kopi arabika. Setelah bisa diseruput maka langsung terasa rasa asam kopi yang memenuhi seluruh rongga mulut dan langsung membangkitkan kesegaran pada tubuh.

Setelah rasa asam perlahan-lahan menghilang muncul sedikit rasa fruity seperti menghisap buah berry yang kecil sehingga ada sedikit tercecap rasa manis di dalamnya. Rasa kopi yang memenuhi mulut membuat kami tidak terburu dalam meminumnya sehingga diskusi sore itu berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

Sayang, dikarenakan waktu sudah menjelang maghrib maka kami harus segera menghabiskan kopi enak tersebut agar tidak terlambat untuk meeting berikutnya. Gak nyesel menghabiskan Rp 58 ribu (total) untuk kopi ini. Next, pasti saya akan mampir lagi ke cafe ini untuk menikmati kopi dan membaca buku, karena kopi enak sebaiknya dinikmati secara total :)

Good Friend, Good Plan, Good Coffee





Rabu, 24 Februari 2016

Ngopi yuuukkk

Saya bukan pencinta kopi, bahkan toleransi tubuh saya dalam menyerap kafein cukup rendah. Jika orang lain bisa minum kopi bergelas-gelas dalam sehari, bagi saya cukup minum 1 gelas syrup kopi (kopi sachet) efek yg ditimbulkan bisa sampai 3 sd 4 hari lamanya. Tetapi bagi saya, kopi adalah salah satu minuman yang wajib dinikmati karena rasa yang beragam.

Pengalaman saya menikmati kopi cukup beragam, dari kopi tubruk di pedesaan sampai kopi yang disajikan oleh barista dan ahli kopi. Salah satu teman lama saya, kini sedang menekuni ilmu roasting biji kopi dan meminta saya untuk mencoba salah satu hasil roastingannya.

Kopi yang dihasilkan diberi merk “Olleto”, ada 3 jenis yang diproduksi olehnya yaitu Classic, Morning Spirit dan Misty Mountain. Ketiganya adalah Coffee Blend (campuran antara arabika dan robusta) yang dipilih khusus dari petani-petani kopi di seluruh Indonesia. Misi dari “Olleto” adalah bertumbuh dan memberikan manfaat lebih bagi petani-petani kopi di Indonesia

Saya memutuskan untuk membeli salah satu hasil roastingannya yang disimpan dalam bungkusan khusus yg tertutup rapat, namun aroma kopi yg tercium sangat wangi dan menggoda untuk segera dicicipi. Mungkin dikarenakan biji kopi tersebut baru selesai diroast sehingga aromanya masih terus keluar.
Packaging Olleto (credit to FB Iwan Setiawan)

Setelah saya diamkan dalam kantong selama 24 jam agar stabil aroma dan rasanya, saya mulai mencoba menyeduh kopi tersebut. Pertama dibuka, aromanya masih tercium dan terlihat hasil gilingannya medium. Saya baru bisa mengetest kopi dengan cara tubruk tanpa filter (ide bagus jika saya mulai membeli V60, vietnam drip, aero press, moka pot, dll sebagai variasi). Saat diseduh kopi langsung membentuk crema (buih kopi), dan aromanya lebih wangi daripada saat masih berbentuk serbuk.
Penampakan kopi tubruk Olleto

Setelah diaduk dan menunggu sebentar agar biji kopi turun ke dasar, saya mulai mencicipi dengan sendok. Rasa awalnya adalah pahit (bitter), diikuti dengan rasa air (watery) yang perlahan-lahan menghapus rasa pahit tersebut. Tidak ada rasa asam kopi yang tercecap dari kopi tersebut. Kemudian saya coba meminum/menyeruputnya, rasa yang dihasilkan sama tidak ada rasa asam kopinya. After tastenya dari kopi ini hanya rasa air yg memenuhi rongga mulut.

Meminum kopi ini mengingatkan saya akan suasana pedesaan di daerah kaki gunung bromo, jawa timur era tahun 90-an, saat itu pertama kali saya disuguhi kopi tubruk dan singkong bakar oleh kepala desa tempat saya dan teman-teman menginap sebelum mendaki ke Bromo dan Semeru. Saat itu saya baru merasakan nikmatnya rasa kopi tubruk yang mirip rasa kopi ini, sehingga membuat saya merindukan rasa singkong bakar yang menyertai minuman kopi tersebut.

Kopi yg saya minum adalah “Misty Mountain”, nama yang cocok seperti rasanya. Karena kabut di pegunungan muncul sangat pekat dan kemudian perlahan-lahan menghilang ketika hari cerah dan memunculkan keindahan alam sekitar. Bagi saya “Misty Mountain” ini cocok untuk memulai hari dengan baik dan sempurna. Thank you bro atas kesempatan untuk mencicipi kopinya :)

Yuuk kita mulai hari dengan kopi Indonesia :)

Minggu, 07 September 2014

Belajar

Belajar, yup! Judul yang aneh buat ditulis tengah malam :D. Kebetulan aja hari ini banyak penyadaran diri bahwa seseorang harus terus belajar walaupun merasa dirinya yang paling mampu dalam suatu hal.

1 tahun 3 bulan sudah meninggalkan pekerjaan yang gw suka, untuk kemudian bingung mau melakukan apa :). Kenapa ditinggalin? Nanti ada tulisan khusus itu deh. Dalam waktu 15 bulan itu gw belajar lagi bagaimana berjuang untuk hidup, dari jualan stock photo sampe nyoba jual property. Coba melamar pekerjaan, umur yg udah puber kedua ini cuma sedikit profesi yg bisa terima. Padahal pengalaman gw 7 tahun di retail, 6 tahun di service lebih dari cukup untuk bikin sesuatu yg bisa diaplikasikan di berbagai perusahaan.

Dari 15 bulan ini gw belajar lagi tentang bagaimana management diri gw lagi, dulu sebisa mungkin gw cari pemasukan yg lebih besar untuk menopang kehidupan yang lebih layak bagi keluarga gw. Ternyata yang dibutuhkan ama gw sebenernya adalah bagaimana caranya ngatur spending. Kenapa begitu? Karena rizki yang menentukan Allah SWT, jadi sekeras apapun gw kejar kalau sudah ketentuannya segitu ya gak bisa nambah lagi. Kalo spending? Ya, gw sendiri yg ngatur mau beli apa, makan apa atau apapun. Selama memang itu need bukannya greed/want, berapapun nilai rizki yang gw punya pasti lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga.

Juga belajar bersyukur, ikhlas dan tawwadu yang membuat gw merasa hidup kembali. Disini gw lakuin hal2 yang sudah lama banget gak gw lakuin, sepedahan, jalan kaki, shalat tepat waktu di mesjid2 yg berbeda, ikut kajian ilmu yg bermanfaat membuat gw sadar memang manusia diberikan aqli oleh Allah SWT untuk bisa mengeksplorasi dirinya sesuai dengan tuntunanNya.

Belum lagi kesempatan buat nyambung silaturahmi sama temen2 yg udah lama gak ketemu, bikin kesadaran makin meningkat gak heran kalau dibilang silaturahmi itu membuka pintu rizki :)

Tapi gw juga belajar (dalam arti harfiah) beneran, ada banyak short course yg gw ikutin baik gratis maupun bayar yang membuka wawasan gw tentang banyak hal. Untuk ini gw mengucapkan terima kasih sama akademi berbagi jakarta, memberi Id, kelas inspirasi, fotografer net, canon photo club, penny pujiastuti, dll. Yang telah menambahkan setetes ilmu kepada diri saya.

Mudah-mudahan perjalanan gw ke depan menjadi lebih berkah bagi gw dan keluarga. Aamiin aamiin yaa rabbal alamin.

Sudahkah anda belajar hari ini?

Senin, 09 Desember 2013

Honda

Lho koq, judulnya promosi merk? Hehehehehe, mungkin tapi secara jujur ternyata perjalanan hidup gw banyak pengalamannya dengan merk motor itu.

Yup motor saudara2, keluarga gw dan gw belum beruntung untuk bisa membeli mobilnya :). Jadinya jadilah kendaraan transportasi yg murah meriah itu.

Bermula dari tahun 80-an awal, ketika gw masih di sd. Bokap punya motor honda GL-MAX versi awal, kami ber-empat sering diajak muter2 atau berkunjung ke tempat saudara menggunakan motor tersebut. Modifikasi yg dilakuin bokap cuma pasang bar 3 di depan mesin untuk tumpuan kaki anak2nya, disitu juga belajar pertama bahasa inggris yaitu rem ember alias remember di stiker yg ada di tutup tangkinya.Saat itu bingung banget koq ada rem pake ember (hahahahaha). Cukup lama bokap pake motor tersebut sampai gw sempet belajar mengendarai motor pake itu.

Around tahun 80-an akhir bokap jual GLnya buat beli brand new astrea prima 100 cc (ini masih built up katanya). Ini motor yg paling awet karena dipakai sampai tahun 2004. Sebelum gw ceritain sejarah si prima ini, gw dulu belajar mengendarai motor tingkat mahir ;) pake astrea 700 sama astrea 800 punya temen gw. Belajarnya di area patra kuningan yg masih sepiiiiii biar aman, masalahnya cuma dikejar2 anjing aja :D

Astrea prima ini, gw masih inget waktu pertama kali dateng masih diplastikin area jok sama bagian depannya. Yang gw seneng tanda garis2 dibagian depan yg ada merah, orange dan kuningnya, cakep keliatannya. Kalo bokap masuk malem/siang (bokap jd satpam di bumn), biasanya motornya gw pinjem buat sekolah ke jl. Budi utomo atau BLPT pulogadung tentunya tanpa SIM (jangan diikutin yaa). Pas udah kuliah, suka juga gw pake ke kampus ITI di serpong. Saat pertama gw kerja motor ini juga selalu gw pake (pinjam) buat kendaraan ke kantor. Padahal abang gw aja jarang banget pake ni motor :), pengalaman ke bengkel juga pake ini motor. Ada pengalaman lucu sih yg bisa diceritain :

Waktu gw masih sekolah, gw punya first love yg sampe sekarang masih gw pendem nih (maklum anaknya pemalu). Kejadiannya pada malam minggu di bulan november (ini kenapa gw suka november rainnya GNR) gw udah siap nyatain alias nembak dia. Gw udah wangi, rapih dan ganteng (sisiran) trus gw bawa si prima biar tambah percaya diri. Sampe di rumah doi (nama dan inisial rahasia, :p) gw liat ada vespa parkir (gw pikir punya saudaranya). Setelah gw ngucapin salam gw masuk, eh ada cowok di dalem setelah basa basi ternyataaa (zoom in zoom out, maenan alis) itu PACARnya (pingsan langsung). Daripada gw ketauan patah hati gak berapa lama gw pamit, trus ngebut muter2 area menteng dalem buat ngademin hati. Pas udah mau pulang, di deket rumah gw nabrak motor pas di belokan (bukan gw yg salah loo, dia nggak pake lampu). Ternyata motor yg gw tabrak adalaaaahhh vespa pacarnya first love gw, hahahahaha (jiaaaaaaahhhhhh gw anaknya dendaman ternyata) jadilah gw antara senep dan seneng. Senep karena gak bisa punya pacar, seneng karena prima gw nggak apa2 tapi tu vespa sayapnya patah. Huh impas deh. :)

Next honda adalah revo th 2005 buat nemenin gw kerja dan terakhir scoopy th 2009 yg nemeninsampe sekarang. It's my destiny or what?

Metal 012920122

Senin, 02 Desember 2013

Hello world

Hi, this is first time I write in blog. I hope this blog can provides useful informations for you. Thanks.

Metal